Hari Rabu, mungkin bagi sebagian orang hari ini terdengar biasa saja. Namun bagi saya hari Rabu adalah sebuah hari yang biasanya ada sesuatu hal yang menyenangkan bagi saya. Tetapi tak selamanya hari Rabu ini indah bagiku. Terdapat 2 hari Rabu yang mungkit sedikit menyakitkan bagi saya. Dan ini 100% asli kisah saya. semoga kalian berkenan membacanya.
Setiap orang sudah sewajarnya menyukai lawan jenisnya begitupun denganku. Sebut saja dia Sakura *biaragakkeJepangandikithehehe wanita yang telah membuat pandanganku selalu tertuju kepadanya. Awal kisahnya berasal dari perayaan HUT RI ke-69 di kecamatan tempat SMAku berada. Disaat itu ia masih jadi siswa baru di SMAku dan sudah sewajarnya siswa baru ini menjadi peserta karnaval di acara perayaan HUT RI ini.
Aku yang salah seorang pengurus OSIS dan saat itu aku masih belum menemukan anak untuk mengisi posisi di karnaval tempatku berjaga ini pun belum menyadari keberadaan sidoi. Dan pada akhirnya dia berada di posisi tempatku berjaga. Dipertemuan pertama ini aku masih belum menempatkan pandanganku disana. Karena, hari itu sudah terlalu siang dan badan ini sudah terasa capek semua. Pertemuan pertama pun berisi dengan mengisi nama dan nomer hp untuk pengisi posisi di PJku ini.
Pada hari kedua bertemu aku baru menyadari bahwa aku mulai tertarik dengan si Sakura ini. Entah kenapa saat aku jadi Kakak PJ di sini pandanganku tak teralihkan kepadanya. Ya walaupun bisa dibilang pandangan pertamaku bukan untuknya, tapi untuk temannya. Namun dialah yang mampu membuat pandanganku tertarik sampai saat artikel ini dibuat. Tanpa meninggalkan tugasku sebagai panitia, aku mengesampingkan dulu rasa ketertarikanku padanya.
Beberapa hari mungkin minggu atau bulan telah berlalu aku masih malu untuk berinteraksi denganya. Ya bisa dibilang ini sih jatuh cinta diamdiam. Entah kapan tanpa sadar aku sudah berkontak BBM dengannya dan pada suatu hari saat dia memBCkan sesorang aku mulai memberanikan diri untuk mulai berinteraksi dengannya.
Berawal dari meminta Bc chat meluai berlanjut kemanamana dan berlangsung cukup lama. Pada suatu hari aku memberanikan diri untuk mengajaknya bertemu dan berniat untuk menembaknya. Namun apa yang terjadi ? Di hari yang bertepatan dengan hari ulang tahun kepala sekolahku ini dan juga bertepatan dengan hari Rabu ini aku ditolak. Benar-benar down saat itu aku pulang dengan rasa lesu.
Bahkan jarijari ini sudah tidak berani untuk kembali menchat dia. Akan tetapi sebuah SMS masuk dan itu dari si dia. Dan mungkin aku kira masih ada secercah harapan bagiku. Kubalas smsnya dan aku kembali untuk chatting dengannya. 8 Bulan kita chatting, akhirnya hal yang aku tunggutunggu tiba, dia mau jadi pacarku dan alangkah senangnya aku waktu itu ya walaupun butuh waktu yang lama dan sempat digantung juga sih, tapi tak apalah.
Hari demi hari terlewati rasa senang selalu melekat padaku. Harihariku begitu berwarna bersamanya. Mendapat support darinya membuat hidupku lebih bersemangat. Bahkan saat aku pernah mengimaminya Sholat lah momen yang membuatku senang dan tak terlupakan bagiku.
Dan rasa penyesalanku saat bersamanya adalah tidak bisa ada disampinya dan memberi kado terindah di hari ulang tahunnya. Waktu itu bertepatan dengan kunjungan Universitas ke Jogja. Hanya mampu mengucapkan lewat katakata hati ini sedikit merana. Akhirnya pada suatu hari aku bertekat untuk memberikannya kado. Meskipun agak sedikit terlambat terlihat sedikit senyum di wajahnya. Begitu senang aku saat melihat senyuman manis diwajahnya.
Namun mungkin itu adalah momen yang terakhir aku melihat manis senyumnya secara langsung. Beberapa hari / minggu kemudian terlihat perbedaan darinya. Entah apa yang menyebabkannya dia mulai berubah. Dia sudah berbeda sudah sulit untuk diajak ketemuan. Dan sempat terlintas untuk mengakhiri kisah cintanya denganku. Namun tidak jadi. Kisah ini berlanjut.
Setelah itu di benarbenar sangat amat berbeda. Bahkan saat bisa bertemupun dia sangatlah cuek tak seperti biasanya. Setiap kutanya dia hanya menjawab "aku lagi gak mood aja, dan saat aku mulai gak mood itu biasanya lama" setiap hari semakin memburuk hubunganku dengannya. Bahkan sudah beberapa hari aku tidak chatting dengannya. Dan akhirnya terucaplah kata putus darinya tepat di bulan Februari anniversary yang ke 5.
Setelah itu di benarbenar sangat amat berbeda. Bahkan saat bisa bertemupun dia sangatlah cuek tak seperti biasanya. Setiap kutanya dia hanya menjawab "aku lagi gak mood aja, dan saat aku mulai gak mood itu biasanya lama" setiap hari semakin memburuk hubunganku dengannya. Bahkan sudah beberapa hari aku tidak chatting dengannya. Dan akhirnya terucaplah kata putus darinya tepat di bulan Februari anniversary yang ke 5.
Saat itu aku benar benar down. Siapa yang tidak down sih saat baru mengucap "Happy Anniversary" dilanjutkan dengan kata putus ? Saat itu aku hanya pasrah akan keadaan. Kalau itu yang membuatnya bahagia, kenapa tidak. Walaupun dengan hati terluka aku merelakan kepergiannya.
Dan saat artikel ini dibuat rasaku masih sama kepadanya, aku hanya mampu mengenangnya. :) . Dia mungkin bukan wanita pertama yang pernah bersama, namun sampai saat ini dialah yang paling bermakna. :) . Mungkin inilah jalan yang terbaik. Karena yang terbaik bagi kita, belum tentu baik untuk orang lain. Skenario Tuhan masih panjang. Masih banyak jalan yang perlu ditempuh. Aku hanya mampu berdo'a agar suatu saat dapat bersamanya kembali. Dan aku juga berdo'a bilamana Tuhan berkata lain maka "Berilah kami masingmasing dari kami jodoh yang terbaik, Tuhan". :)
"Denganmu hari Rabuku menjadi sebuah hari yang menyakitkan sekaligus hari yang berkesan."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar